
“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. An-Nahl (16): 66)
Saya mungkin termasuk orang yang sangat kurang minum susu sepanjang hidup saya; waktu saya kecil di desa, saya hanya minum ASI ibu saya sampai usia 1 tahun lebih sedikit karena keburu lahir adik saya. Selepas itu sebagai anak miskin desa, keluarga kita tidak biasa membeli susu karena terlalu mahal bagi keluarga-keluarga miskin di desa.
Setelah dewasa, dan alhamdulillah sebenarnya saya mampu membeli susu, namun inipun tidak saya lakukan – kecuali hanya untuk anak-anak kita – karena susu bukan-lah minuman yang popular bagi orang-orang segenerasi saya. Banyak orang dewasa seusia saya yang tidak suka minum susu, mungkin karena sedari kecil memang tidak dilatih minum susu, atau mungkin juga karena politik dagang yang tidak mengunggulkan susu (khususnya susu segar) sebagai pilihan minuman yang menyehatkan.
Beberapa tahun terakhir setiap kali i’tikaf di Masjidil Haram; saya menjadi terbiasa berbuka dengan susu segar, karena ketika menjelang maghrib di Masjidil Haram selain air zamzam, susu segar inilah yang banyak dibagikan oleh para penyedia iftor. Saya sempat bertanya mengapa banyak sekali susu dibagikan gratis untuk berbuka para shaimin (orang yang berpuasa)? Bukan aneka ragam juice atau soft drink misalnya yang rata-rata orang jaman ini lebih suka, ternyata memang susu inilah minuman terbaik yang disebutkan di Al-Qur’an seperti dalam ayat tersebut di atas.
Susu yang disebut sebagai minuman bersih yang mudah dicerna dalam ayat tersebut tentu yang dimaksud adalah susu murni yang belum dicampur oleh berbagai zat macam-macam, menjadi susu bubuk yang kita tidak tahu lagi riwayatnya – sudah diisi apa saja misalnya susu bubuk ini? Wa Allahu A’lam.
Lantas mengapa kita mengganti minuman murni yang bersih dan mudah dicerna tersebut dengan minuman yang kita tidak tahu lagi isinya? tidak hanya susu tetapi juga berbagai bentuk soft drink-nya? Inilah bagian dari konspirasi politik dagang yang disebut corporatocracy yang juga pernah saya tulis sebelumnya.
Bayangkan kalau jutaan penduduk Indonesia lebih suka minum susu segar; akan ada pekerjaan bagi berjuta peternak sapi atau kambing perah di Indonesia, keberadaan mereka tidak akan pernah bisa digantikan oleh produsen susu bubuk yang harus impor 70% susu bubuknya dari berbagai negara lain. Bukan saja peternak yang diuntungkan, tetapi juga petani-petani yang menanam rumput dan berbagai makanan ternak lainnya, para loper susu segar dan berbagai kesempatan kerja lainnya.
Kalau kita jadikan gerakan nasional, maka gerakan minum susu segar ini tidak hanya akan menyehatkan badan kita tetapi juga akan menyehatkan ekonomi kita. Sebagaimana kebenaran Al-Qur’an yang kita yakini berlaku sampai akhir zaman, maka minum susu segar (karena di ‘resep’kan di dalam Al-Qur’an) mestinya juga tetap baik dan bermanfaat sampai akhir zaman. Ramuan minuman yang formulanya dibuat oleh Sang Maha Pencipta, pasti lebih baik dari minuman apapun yang formulanya buatan makhluk yang penuh segala macam kelemahan.
Nah sekarang ada produk minuman yang sangat bagus, namanya susu segar; kini tantangannya ada pada pegusaha dan calon pengusaha muslim untuk mewujudkan segala sistem distribusi, pemasaran, penanganan pasca panen dlsb. untuk menangani produk yang satu ini sehingga dapat kembali menjadi minuman pilihan kita.
Gerakan minum susu segar ini adalah hanya salah satu contoh apa yang bisa kita lakukan dalam Gerakan Masyarakat Produktif.
Sambil kami menyiapkan sistem distribusi dan pemasarannya, para peternak atau para calon peternak sapi perah yang tertarik untuk bergabung dalam GeMa Produktif ini sudah dapat menghubungi kami.
Akan banyak tantangannya ke depan, dan pastinya tidak akan mudah… namun di ayat tersebut kita sudah disuruh benar-benar belajar …“ Kami memberimu minum… susu bersih diantara darah dan kotoran…” . Maka Insya Allah kita akan bisa belajar…
tulisan : Muhaimin Iqbal
Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini kami isi dengan bagian pertama dari serangkaian artikel mengenai kebiasaan baik makan dan minum yang menguntungkan kesehatan.
Semua orang pada umumnya mengetahui untuk menyantap makanan yang enak-enak, tapi sering mengabaikan soal keamanan dan kesehatan. Mengatur dengan baik menu untuk sarapan pagi, makan siang dan malam akan menguntungkan bagi kesehatan.
Sarapan pagi dengan segelas susu sapi ditambah sebutir telur rebus atau telur mata sapi masih kurang lengkap. Pertama perlu memperhatikan susu yang dikonsumsi yaitu harus merupakan produk merek terkenal yang terjamin mutunya. Dan tidak membeli susu yang diproses dengan suhu tinggi, dan dinyatakan mengandung kadar kalsium tinggi dan kadar lemak yang rendah
Karena pertama, hasil pensterilan susu bukanlah semakin baik dengan suhu yang semakin tinggi. Sebagaimana diketahui zat-zat gizi dalam susu akan terusak dalam suhu tinggi. Kedua, kadar kalsium dalam susu bukannya semakin tinggi semakin baik. Karena kalsium kimia yang dicampurkan ke dalam susu alami tidak dapat terserap oleh tubuh, melainkan akan mengendap dalam tubuh, lama ke lamaan akan membatu dalam tubuh. Dan ke-3, bukanlah susu yang berkadar lemak semakin rendah semakin baik, lebih-lebih susu bebas lemak. Banyak orang khawatir minum susu dapat gemuk, maka selalu memilih susu bebas lemak. Kenyataannya lemak dalam susu tidak dapat langsung terserap menjadi lemak dalam tubuh, apa lagi proporsi lemak yang terkandung dalam susu alami tidaklah tinggi, maka adalah kesalahfahaman menganggap susu dapat menggemukkan badan. Sedangkan susu bebas lemak gizinya akan sangat berkurang, ini tidak menguntungkan bagi kesehatan. Selain itu, susu juga bukan semakin kental semakin baik, karena susu yang sudah diencerkan dengan air dapat diperkental kembali dengan memberi zat pengental, susu seperti itu akan berkurang gizinya. Untuk menilai baik atau tidaknya susu, yang penting harus melihat apakah berbagai kadar indikatornya memenuhi standar.
Kalori yoghurt atau susu asam umumnya agak tinggi dari pada susu biasa, bagi muda-mudi yang ingin memelihara kelangsingan tubuh, terlebih dahulu mengenal atau memilih dengan baik merek dan jenis susu asam, perlu juga mengadakan pembatasan konsumsi yoghurt, kalau tidak mungkin sulit melangsingkan tubuh gara-gara menyerap sejumlah besar kalori.
Asalkan dapat memperhatikan konsumsi susu asam yang tidak tinggi kalori, kalsium dan terlalu rendah lemaknya, masalah itu mudah dipecahkan.
Pertama, pensuci hamaan susu sapi bukannya dengan suhu lebih tinggi lebih baik. Karena komposisi gizi susu sapi akan terusak dalam suhu tinggi, di antaranya laktosa dapat menimbulkan pembuatan kokas dalam suhu tinggi, maka susu bebas baksil dengan suhu tinggi bukannya mutu terbaik.
Kedua, kadar dan kepekatan kalsium dalam susu sapi bukannya kian tinggi kian baik. Dewasa ini, berbagai pabrik susu menambah zat kalsium kimia ke dalam susu sapi alam agar laris di jual, tapi zat kalsium kimia itu tidak dapat diserap oleh tubuh manusia, kian lama dapat mengendap dalam tubuh, bahkan memicu batu.
Yang terakhir, lemak dalam susu sapi bukannya makin rendah makin baik, yaitu susu sapi bukannya bebas lemak makin baik. Selain itu, komposisi gizi susu bebas lemak terlalu sedikit, juga tidak menguntungkan kesehatan badan.
Apakah susu sapi lebih kental lebih baik ? Ini belum tentu, dalam susu sapi yang dicampuri air ditambah lagi preparat pengentalan, susu sapi dapat menjadi kental, tapi gizinya menurun. Dapat dikatakan, susu sapi yang dicampuri air adalah dapat menjadi kental berkat perilaku pembuatnya, maka, bukannya makin kental makin baik.
Baik atau buruknya susu sapi tergantung pada kadar standarnya (apakah memenuhi standar.) Umumnya kadar protein dalam setiap mili liter susu sapi murni sekitar tiga gram dan kadar lemaknya kira-kira 3,3 gram pemili-liter. Komposisi giznya paling penting. Susu sapi murni standar semestinya berwarna putih agak kekuning-kuningan dan tidak begitu kental. Kalau terlalu encer seperti air juga bukan susu sapi murni.
Adalah tidak betul memberi susu sapi yang terlalu murni kepada anak kecil, karena kadar protein dalam susu sapi murni adalah tiga kali lipat susu ibu, kalau anak masih terlalu kecil, pasti tidak dapat mencerna dan menyerap materi gizi terlalu banyak, dan meminumi anak dengan susu yang terlalu murni dapat mengakibatkan mencret. Maka, memberi kepada anak susu sapi yang telah diperencer dan ditambah sedikit gula menurut porsi tertentu agar mudah dicernakan.
Susu sapi yang telah disuci hamakan dan diproses terlihat memang agak encer, tapi nilai gizinya sedikit pun tidak rendah dari pada yang telah dikentalkan. Susu yang banyak mengandung lemak, setelah lewat waktu tertentu, lemaknya dapat mengambang dan berbentuk minyak. Susu seperti ini sulit diserap oleh tubuh manusia dan mengakibatkan pemborosan yang tidak diperlukan.
Tentang Sari Buah.
Jangan menggantikan air minum dengan sari buah, lebih-lebih untuk anak kecil. Hal itu akan mengakibatkan menurunnya nafsu makan si anak, bahkan bisa membuat anak muntah-muntah dan pusing kepala. Menurut dokter gejala-gejala ini disebabkan oleh rendahnya natrium darah dan meningkatnya tekanan dalam rongga otak si anak sebagai akibat menggantikan air minum dengan sari buah dalam jangka panjang.
Gejala ini juga disebut gejala sindrom sari buah, dan merupakan salah satu sebab utama yang mengakibatkan anak di bawah usia 2 tahun kekurangan gizi dan kejang.
Sebelum makan, orangtua jangan memberi minum sari buah kepada anak karena dapat mempengaruhi nafsu makannya, apalagi di hawa panas. Umumnya untuk anak kecil setiap hari cukup diberi minum sari buah tidak lebih dari 300 cc.
Tidak sedikit ibu suka memberi minum anaknya sari buah yang sudah dipanaskan. Sebenarnya, vitamin-vitamin dalam buah segar akan mengalami kerusakan tertentu dalam proses pemerasan, dan akan memperparah tingkat kerusakan vitaminnya bila sari buah itu terlalu dipanaskan. Maka, sari buah lebih baik diminum dalam suhu biasa atau setelah didinginkan.
Demi menjaga kesehatan rongga mulut anak kecil, setelah diberi minum sari buah, lebih-lebih menjelang tidur, si anak sebaiknya diberi lagi minum sedikit air matang untuk membantu membersihkan rongga mulutnya.
Sirup buah kental dapat mengakibatkan anemia. Berbagai jenis sirup buah mengandung gula atau seklusa yang relatif banyak serta sejumlah besar elektrolit, kesemua itu dapat menghalangi penyerapan zat tembaga oleh tubuh. Kekurangan zat tembaga dapat mempengaruhi pembentukan protein darah merah, sehingga mengakibatkan anemia. Maka, para orang tua dianjurkan untuk mengencerkan dulu sirup buah yang kental sebelum diberikan kepada anak, sementara harus pula membatasi anak mengkonsumsi sari buah. Karena terlalu banyak minum sari buah dapat menimbulkan kemih sirup. Ini disebabkan kadar gula yang terdapat sangat banyak dalam buah-buahan tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh, dan terbuang lewat ginjal, sehingga mengakibatkan perubahan air kemih. Bila keadaan seperti itu dibiarkan berlarut terus dapat menimbulkan gangguan ginjal.
Menurut P.P. RI. No. 22 Tahun 1983, susu adalah cairan yang diperoleh dari hewan ternak yang sehat dengan cara pemerahan yang benar, secara terus-menerus dan tidak dikurangii seseuatu atau ditambah sesuatu ke dalamnya sesuatu bahan lain.
Dalam Melk Codex 1914 sampai sekarang, susu adalah cairan hasil pemerahan yang sempurna dari hewan yang sehat tanpa dibubuhi atau dikurangi bahan sesuatu.
Menurut Eckles (1956), susu adalah cairan emulsi lemak dalam larutan gula dan protein dalam suspensi koloidal. Susu merupakan produk alami yang dihasilkan oleh hewan betina yang termasuk golongan mamalia. Susu dibentuk di dalam ambing atau kelenjar susu. Bagian terpenting dalam ambing adalah sel-sel epitel yang memiliki daya selektif tinggi untuk memilih bahan-bahan dari darah yang dibutuhkan untuk memproduksi susu.
Secara alami susu disekresikan dan digunakan seekor sapi untuk memberikan makan anaknya dan kelebihn produksinya baru dikonsumsi manusia. Pada dasarnya komposisi susu untuk setiap hewan adalah sama, hanya saja kandungan bahan tertentu yang berbeda dari konsentrasinya yang disesuaikan dengan kebutuhan anaknya. Saat ini banyak produk susu yang diolah seperti yoghurt, keju, dan es krim yang semuanya dikonsumsi manusia dan merupakan sumber gizi yang cukup tinggi.
Seiring dengan semakin banyaknya manusia yang mengkosumsi susu baik susu murni maupun hasil olahannya, maka diperlukan susu dan produknya yang higienis. Pengertian higienis susu adalah segala usaha untuk memperoleh susu yang bersih dan sehat serta mempertahankannya kondisi tersebut dari mulai pemerahan sampai diterima masyarakat.
Pemeriksaan yang dilakukan terhadap susu meliputi : pengambilan contoh sample susu, pemeriksaan keadaan susu, dan pemeriksaan susunan susu. Pemerikasaan Keadaan susu terdiri dari : warna, bau, rasa, kebersihan, derajat asam, uji alcohol, uji katalase, uji reduktase, dan jumlah bakteri.
Dalam berbagai spesies, komposisi susu tergantung pada berbagai faktor antara lain : bangsa, masa laktasi, pakan, frekuensi pemerahan, dan penyakit. Sehingga sangat sulit dalam menentukan komposisi susu normal. Rata-rata untuk semua bangsa sapi komposisi susunya adalah :
a. air : 87,10%
b. lemak : 3,9%
c. protein : 3,4%
d. laktosa : 4,8%
e. mineral : 0,72%
Selain itu, susu mengandung vitamin-vitamin, enzim, gas, pigmen dan substansi non protein.



